Iklan

Redaksi Daily Lombok
, April 28, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-30T01:39:11Z
HukrimLingkunganNasionalPendidikan

DPK GMNI Universitas Mataram Gelar Diskusi Soal Kriminalisasi Akademisi dan Swasembada Pangan | Daily Lombok

Diskusi Mahasiswa


Daily Mataram - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) GMNI Universitas Mataram menggelar diskusi publik bertema “Kriminalisasi Akademisi dan Swasembada Pangan” pada Minggu, 26 April 2026, bertempat di Kantin FHISIP Universitas Mataram. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Mataram serta peserta dari sejumlah kampus lainnya.


Diskusi ini menghadirkan dua narasumber, yakni Agung Setiawan, dosen FHISIP Universitas Mataram, dan Muhammad Iqbal, Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC GMNI Mataram. Keduanya mengangkat isu kebebasan akademik serta tantangan mewujudkan swasembada pangan di Indonesia.


Dalam pemaparannya, Agung Setiawan menegaskan bahwa akademisi tidak hanya terbatas pada dosen, tetapi mencakup siapa saja yang terus belajar dan memiliki keberanian untuk menyampaikan kritik. Ia juga menyoroti bahwa makna swasembada pangan seharusnya tidak berhenti pada aspek produksi, melainkan memastikan seluruh masyarakat dapat mengakses pangan secara layak.


“Jika masih ada masyarakat yang kesulitan makan, maka swasembada pangan belum benar-benar terwujud," ujarnya, (27/4/2026).


Agung juga menekankan bahwa kriminalisasi tidak hanya menyasar kalangan dosen atau akademisi formal, tetapi berpotensi menimpa siapa saja, terutama mereka yang mengalami diskriminasi atau berani menyuarakan kebenaran.


Sementara itu, Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa kriminalisasi merupakan bentuk nyata dari penggerogotan kebebasan akademik. Ia mengingatkan bahwa kebebasan akademik telah dijamin dalam konstitusi, namun dalam praktiknya masih kerap dihadapkan pada intimidasi dan tekanan.


“Kebebasan akademik adalah fondasi penting dalam dunia pendidikan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, setiap insan akademik memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan pengetahuan sesuai dengan bidangnya,” jelasnya.


Ketua Komisariat DPK GMNI Universitas Mataram, M. Ziyad, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kritis mahasiswa agar tidak takut menghadapi berbagai bentuk kriminalisasi.



"Diskusi ini menjadi ruang edukasi bagi kita semua. Kita tidak boleh takut terhadap kriminalisasi, karena pada dasarnya semua orang berpotensi mengalaminya. Yang terpenting adalah tetap berani berpikir kritis dan menyuarakan kebenaran," tegasnya.


Melalui kegiatan ini, DPK GMNI Universitas Mataram berharap dapat mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif mahasiswa dalam menjaga kebebasan akademik, sekaligus memperkuat peran intelektual dalam merespons isu-isu strategis nasional, termasuk persoalan swasembada pangan.*

Terkini