![]() |
| Petugas Damkar berupaya memadamkan api |
Daily Lombok Timur - Kabar duka menyelimuti pedagang di Pasar Umum Pringgabaya, Desa Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Kebakaran hebat melanda pasar tersebut pada Senin malam (27/4/2026), mengakibatkan ratusan lapak pedagang rata dengan tanah.
Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi, saat dikonfirmasi media ini membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dijelaskan bahwa kobaran api pertama kali terlihat sekira pukul 18.20 WITA.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api diduga kuat berasal dari lapak milik Ibu Suri (40), seorang pedagang sembako asal Mamben yang juga menjual minyak tanah.
Saksi mata, Amaq Ijang (55), bersama rekannya, sempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, upaya tersebut gagal lantaran terdengar suara ledakan keras yang membuat warga sekitar panik dan menyelamatkan diri.
”Api cepat sekali membesar karena banyak bahan mudah terbakar. Sempat ada ledakan, para saksi langsung lari menjauh menyelamatkan diri,” kata IPTU Rusmaladi.
Melihat situasi yang kian tak terkendali, Ketua RT setempat, segera menghubungi anggota Intel Kodim, Sertu Dedi, untuk meminta bantuan armada Pemadam Kebakaran (Damkar).
Kemudian pihak kepolisian dari Polsek Pringgabaya yang dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Gede Gisiyasa, SH, segera mengamankan lokasi dan menghalau warga agar tidak mendekat ke titik api.
Untuk menjinakkan si jago merah, dikerahkan kekuatan penuh sebanyak 6 Unit Mobil Damkar Kabupaten Lombok Timur. 2 Unit Damkar bantuan dari Kabupaten Lombok Tengah. 1 Unit Mobil BPBD Lombok Timur. Serta 1 Unit Mobil SAR Lombok Timur.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian materiil ditaksir sangat besar mengingat luas area yang terdampak mencapai 70 are dari total 1 hektare luas pasar.
”Data sementara mencatat 164 Lapak hangus terbakar habis dan4 Unit Kios permanen ludes,” ujarnya.
”Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Lokasi saat ini sudah dalam pengamanan personel Polsek Pringgabaya,” jelas IPTU Lalu Rusmaladi dalam keterangannya.
Pasar yang merupakan aset Pemerintah Daerah Lombok Timur ini dikepalai oleh Sukarlan (47), warga Desa Pohgading.
Hingga berita ini diturunkan, garis polisi telah dipasang di lokasi kejadian guna kepentingan investigasi dan menjaga keamanan aset yang tersisa.(tik/daily)



