Iklan

Redaksi Daily Lombok
, Januari 09, 2026 WIB
Last Updated 2026-02-04T14:50:57Z
EkonomiNasionalPariwisataPendidikanPolitik

DPRD KLU Salurkan Bibit Kakao, Bantu Dongkrak Penghasilan Petani | Daily Lombok

Artadi salurkan bibit Kakao ke petani

Daily Lombok Utara – Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara dari Fraksi Gerindra, Artadi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.


Kali ini, Artadi menyalurkan bantuan bibit kakao yang bersumber dari anggaran pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD kepada masyarakat di tiga dusun, yakni Dusun Tuti, Dusun Tanak Sanggar, dan Dusun Pengembuk.


Artadi menjelaskan, pembagian bibit kakao tersebut bertujuan untuk menambah sumber penghasilan masyarakat, mengingat tanaman kakao memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan jika dikelola dengan baik.


“Tujuan utama dari bantuan ini adalah agar masyarakat memiliki kegiatan produktif yang bisa menambah penghasilan. Kakao ini sangat menjanjikan secara ekonomi,” ujar Artadi, Jumat (09/01/2026).


Ia menambahkan, program bantuan bibit bukanlah hal baru. Pada tahun sebelumnya, dirinya juga telah menyalurkan berbagai bibit tanaman buah-buahan kepada masyarakat, seperti durian, kelengkeng, dan rambutan.


“Target saya, setiap kepala keluarga minimal memiliki pohon durian dan kelengkeng. Sekarang kita tambah lagi dengan kakao,” jelasnya.


Menurut Artadi, ke depan tiga dusun tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi sentra tanaman produktif, serupa dengan wilayah Gangga dan Selelos yang dikenal mampu menghasilkan durian, kakao, serta berbagai jenis tanaman buah lainnya.


Untuk bibit kakao yang dibagikan saat ini, Artadi memastikan kualitasnya cukup baik karena merupakan bibit sambung, sehingga waktu berbuah relatif lebih cepat.


“Perkiraan kami, kakao ini bisa berbuah dalam waktu dua sampai tiga tahun. Karena bibit yang dibagikan sudah disambung, tentu akan lebih cepat berproduksi,” katanya.


Lebih lanjut, Artadi menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur jalan dan fisik semata, tetapi juga harus dibarengi dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.


“Di samping kita memikirkan infrastruktur jalan dan lain-lain, kita juga harus memikirkan kegiatan yang bisa menghasilkan bagi masyarakat. Kalau hanya jalan yang dibangun, tapi penghasilan masyarakat tidak kita pikirkan, lalu dari mana mereka membiayai sekolah anak-anaknya dan kebutuhan sehari-hari,” tegasnya.


Melalui program bantuan bibit ini, Artadi berharap masyarakat dapat lebih mandiri secara ekonomi dan memiliki sumber pendapatan berkelanjutan dari sektor pertanian dan perkebunan.(tri/daily)*

Terkini