![]() |
| Bupati dan jajaran saat membuka acara |
Daily Lombok Utara - Bupati Lombok Utara Dr. TGH. Najmul Akhyar, SH. MH., meresmikan pelatihan peningkatan kapasitas pemuda bertajuk "Be Young Research Class". Pelatihan ini merupakan gagasan dari lembaga penelitian Daygun Research Center (DRC) untuk mencetak generasi peneliti muda di Lombok Utara. Kegiatan peresmian ini dilaksanakan di aula kantor Bupati Lombok Utara pada Rabu (13/5/2026).
Pelatihan ini dibuka dengan kuliah umum yang menghadirkan akademisi Universitas Mataram Dr. Burhanuddin, M.Hum., sebagai Keynote Speaker. Peneliti kelahiran pulau Sumbawa yang sering melakukan penelitian di KLU ini menyampaikan paparan materinya dengan ringan dan sedikit candaan. Pasalnya, peserta pelatihan ini merupakan para mahasiswa aktif asal Lombok Utara.
Dalam sambutannya, Bupati Najmul menyatakan, Lombok Utara merupakan daerah yang sangat potensial. Peneliti bisa meneliti apa saja dengan berbagai potensi di masing-masing sektor. Bupati menegaskan, tidak hanya hal-hal baik yang mesti diteliti, kekurangan Lombok Utara juga perlu diteliti sebagai langkah perbaikan arah kebijakan di gumi Dayan Gunung.
"Potensi kita luar biasa. Tidak hanya yang baik-baik saja, kekurangan daerah ini juga mesti diteliti guna perbaikan sistem ke depan," urai Bupati yang sudah dua kali menjabat ini.
![]() |
| Dr. Burhanuddin, M.Hum., dan Moderator Zulhadi, M.IP., saat kuliah umum Be Young Research Class |
Di samping itu, Bupati Najmul menegaskan posisi pemerintah dalam hal penelitian. Pemda KLU siap mendukung dan bermitra dengan lembaga riset (dalam hal ini DRC) guna melakukan penelitian terkait daerah Lombok Utara. Ia meminta agar pihak DRC proaktif dalam mengajukan proposal-proposal penelitian.
"Saya minta, teman-teman DRC aktif untuk mengajukan proposal penelitian. Itu juga bagian dari gagasan kawan-kawan yang harus kami akomodir. Kajian kawan-kawan ini kami perlukan terutama jika terkait dengan isu-isu strategis seperti peningkatan IPM dan penurunan angka kemiskinan," tegas Najmul.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur DRC Dr. Muh. Azkar, M.Pd.I., menjelaskan latar belakang terbentuknya DRC dan kiprahnya di Lombok Utara. DRC yang sejatinya terbentuk pada tahun 2023 telah melakukan berbagai hal dalam bentuk pengabdian di gumi Tioq Tata Tunaq. Salah satunya adalah mengagas Ekowisata Berbasis Energi Mandiri bersama Pokdarwis PAS Santong, bekerja sama dengan KSM Mandiri Santong dalam pengentasan masalah sampah plastik skala mikro melalui teknik virolisis atau merubah plastik menjadi BBM, dan bekerja sama dengan PWI Lombok Utara melakukan pelatihan peliputan jurnalis di medan ekstrim yang berlokasi di gunung Rinjani 2025 lalu.
"Ini seemua berawal dari keresahan kita tentang generasi peneliti kita di Lombok Utara. Melihat anak-anak muda sekarang memiliki minat yang kecil terhadap dunia penelitian, ini yang mesti kita cegah. Selain itu tujuan DRC juga memasyarakatkan atau membumikan riset, sejauh ini riset dipandang sebagai hal eksklusif jadi perlu kita bumikan," kata Azkar.
Azkar juga mengapresiasi Pemerintah Daerah KLU atas dukungannya terhadap program Be Young Research Class yang digagas DRC ini. Program ini sendiri diikutsertai oleh 15 mahasiswa Lombok Utara yang berasal dari berbagai kampus di NTB. Begitupun narasumber yang dihadirkan merupakan para ahli di bidangnya seperti Kepala Bappeda KLU Ir. Hermanto yang nantinya akan menjelaskan potensi daerah dan wacana riset di KLU. Ada juga Masur Dzikri yang akan mengupas terkait dengan penyusunan gagasan riset. Kemudian, ada Devi akademisi dari Universitas 45 Mataram dan Dr. Indah Zulhidayati, M.Sn., Akademisi UNU NTB yang akan membedah karyanya dengan pokok bahasan kendala dalam riset.
![]() |
| Direktur DRC Dr. Muh. Azkar, M.Pd.I., saat memberikan sambutan |
Selain itu, ada juga Agus Hery Purnomo putra daerah Lombok Utara yang tengah menempuh program Doktoralnya di Inggris akan membedah materi tentang potensi bencana di KLU sesuai dengan buku karyanya bersama Muhammad Sibawaihi yang juga akan membedah karya ternyarnya yaitu buku berjudul Belian.
Terakhir, Abdul Gofur akan memberikan penyampaian materi tentang komunikasi riset, cara menyikapi sumber data dalam pengumpulan data serta teknik riset di lapangan. Dilanjutkan oleh Satria Efendi yang akan mengupas tentang teknik penulisan karya ilmiah yang nantinya akan dibuat oleh peserta sebagai output dari pelatihan Be Young Research Class.
Kegiatan pembukaan pelatihan ini berjalan dengan harmonis, selain Bupati, Sekda KLU Sahabudin juga turut membersamai Bupati, hadir pula Kepala Bappeda Ir. Hermnto, dan beberapa Kepala OPD lainnya, para Kepala Bagian di lingkup Sekretariat Daerah, unsur organisasi wartawan, LSM, organisasi mahasiswa, dan perwakilan beberapa perguruan tinggi.(tri/daily)





