Daily Lombok Timur - Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) secara resmi meluncurkan (launching) "Akademi GUMI KITA" (Gerakan untuk Masyarakat yang Inklusif dan Iklim Setara) pada Rabu (20/5/2026) di Rumah BUMN Sandubaya, Selong, Lombok Timur. Kehadiran akademi ini diproyeksikan menjadi ruang belajar interaktif dan kolaboratif guna mencetak generasi muda yang responsif terhadap tantangan global.
Direktur LPSDM, Ririn Hayudiani, bersama memaparkan program menjelaskan bahwa Akademi GUMI KITA lahir sebagai respons atas dinamika sosial dan tantangan lingkungan saat ini. Ruang ini dirancang khusus bagi semua kalangan, terutama kelompok muda, agar tidak hanya menguasai teori tetapi mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
”Akademi GUMI KITA merupakan media dan ruang koneksi untuk membangun personal branding yang kuat, terutama pada isu-isu gender, sosial, dan lingkungan. Kami berharap ini menjadi ekosistem perubahan sosial yang lebih berkeadilan dan memiliki perspektif inklusi sosial," ujar Ririn dalam pemaparannya.
Melalui akademi ini, para peserta akan dibekali pengetahuan, keterampilan praktis, hingga penyusunan portofolio yang relevan untuk kebutuhan dunia kerja, riset, maupun pengembangan program di masa depan. Kegiatan peluncuran ini merupakan bagian dari Program TOGETHER yang dikelola oleh LPSDM dengan dukungan penuh dari KAKK.
Mengusung konsep yang segar dan dinamis, acara peluncuran ini diisi dengan berbagai sesi interaktif yang melibatkan peserta secara aktif.
Peluncuran ini mendapat atensi luas dengan dihadiri berbagai unsur strategis. Sinergi ini mempertemukan jajaran pemerintah daerah, akademisi, hingga aktivis komunitas lokal. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Bappeda Lotim, Diskominfo, DP3AKB, DPMD, Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, dan BPBD Lombok Timur.
Dari sektor akademis dan kepemudaan, turut ambil bagian Universitas Hamzanwadi, Universitas Gunung Rinjani, UNRAM, STIA, IAIH, Forum Anak, Forum Genre, Duta Bahasa, serta Duta Baca Lotim. Sementara dari jejaring organisasi sipil dan komunitas di antaranya perwakilan dari Gili Eko Tourism, Kampung Baca Pelangi, KOHATI, KAMMI, Bale Mangrove, PKBI Mataram, Gema Alam, Rudat Institute, ADBMI, LIDI, LPA, LRC, HWDI, Sekolah Perempuan, TSBD, JARPUK, KPPI, dan tim internal LPSDM.
Selain menjadi wadah peningkatan kapasitas bagi generasi muda, kehadiran Akademi GUMI KITA juga menjadi langkah strategis bagi LPSDM dalam memperkuat keberlanjutan program dan skema interior.
Acara ini didukung penuh oleh Caritas Germany, seluruh rangkaian acara dikemas secara efektif dan inklusif. Langkah awal ini diharapkan mampu menumbuhkan komunitas yang kreatif, adaptif, dan memberikan dampak sosial berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat.(tik/daily)




