Iklan

Redaksi Daily Lombok
, Januari 01, 2026 WIB
Last Updated 2026-01-02T05:02:32Z
HukrimNasionalPendidikan

Santri Lapas Selong Perdalam Makna Syahadat, Ustadz Abdulloh: Kajian Islam Itu Nutrisi Rohani | Daily Lombok

Ustadz Abdulloh Husni saat memberikan ceramah

Daily Lombok Timur – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong terus memperkuat pembinaan spiritual bagi para warga binaannya. Mengawali tahun baru 2026, Lapas Selong menggelar kajian Islam mendalam bertajuk penguatan aqidah yang dilaksanakan di lingkungan Lapas, Kamis (01/01/2026).


Hadir sebagai pemateri utama, Pimpinan Pondok Pesantren As-Sunnah Lombok Timur, Ustadz Abdulloh Husni, Lc. Dalam tausiyahnya, ia membedah secara mendalam makna kalimat syahadat serta urgensinya dalam kehidupan sehari-hari seorang Muslim.


"Ilmu dan kajian Islam adalah makanan bagi ruh. Inilah yang menghidupkan hati dan memperkuat iman kita di tengah ujian apa pun," pesan Ustadz Abdulloh di hadapan para santri.


Pantauan di lokasi, suasana kajian berlangsung tenang dan interaktif. Para santri (sebutan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Selong) tampak antusias menyimak materi. Tidak sekadar mendengarkan, terjadi dialog dua arah di mana para santri aktif menjawab pertanyaan dari pemateri.


Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme tersebut, beberapa santri yang berhasil memahami materi dengan baik mendapatkan hadiah langsung dari panitia.


Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Selong, Sudirman, menegaskan bahwa penyebutan "Santri" bagi para WBP bukan tanpa alasan. Hal ini merupakan bagian dari strategi pembinaan untuk mengubah pola pikir (mindset) mereka.


"Kami ingin membangun mindset bahwa mereka bukan sekadar narapidana, tetapi Santri. Mereka sedang ditempa agar kelak kembali ke masyarakat dengan akhlak dan pemahaman agama yang lebih baik," tegas Sudirman.


Ia berharap, melalui kajian rutin yang menghadirkan tokoh-tokoh agama kompeten, para santri dapat menjalani masa pembinaan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.


"Tujuannya jelas, kita ingin membentuk manusia yang sadar akan kesalahannya dan siap menjadi pribadi yang bermanfaat saat bebas nanti," pungkasnya.(tik/daily)

Terkini