Iklan

, Juni 26, 2023 WIB
Last Updated 2023-06-26T11:11:13Z
LingkunganNasional

"Jamu Kuat" Inovasi Sanitasi Puskesmas Kayangan KLU | Daily Lombok

Gotongroyong warga membangun MCK program Jamu Kuat

Daily Lombok Utara - Puskesmas Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) sedang gencar mendampingi masyarakat setempat guna penyadaran masyarakat terkait kesehatan sanitasi. Kali ini dalam program Jamban Murah Keluarga Sehat atau disingkat "Jamu Kuat". Hal ini dilakukan Puskesmas Kayangan melalui pemberdayaan masyarakat setempat guna percepatan ODF dan STBM 5 Pilar. Lebih dari 80 unit jamban murah telah terbangun di semua desa lingkup Kecamatan Kayangan. 


"Sekitar 80 unit sudah terbangun di seluruh desa di Kecamatan Kayangan. Angka ini terus bertambah, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terkait kesehatan sanitasi," urai Kepala Puskesmas Kayangan, Sabri, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/6/2023). 


Menurut Sabri, sejatinya di Kayangan sudah termasuk masyarakat dengan predikat ODF. Pasalnya, masyarakat sepenuhnya sadar untuk tidak buang air sembarangan. Namun, ada beberapa hal yang masih menjadi perhatian. Misalnya, kekurangan fasilitas MCK di masing-masing rumah warga dan tidak semua rumah memiliki MCK. 


"Indikator ODF ini kan tidak buang air sembarangan, meskipun begitu, ada warga-warga kita yang buang air di MCK milik tetangga misalnya. Itu tetap dikatakan ODF tapi kan kita upayakan bagaimana masyarakat memiliki MCK di setiap rumah," terang Sabri. 


Mantan Kepala Puskesmas Gangga tersebut menuturkan, sejatinya program "Jamu Kuat" telah dilaksanakan sejak Tahun 2020. Namun, terkendala karena beberapa hal, salah satunya berharap pembangunan RTG yang juga ingklud dengan MCK ternyata tidak demikian. Hal ini, memantik Puskesmas Kayangan untuk kembali menggencarkan program "Jamu Kuat".


Sabri, Kepala Puskesmas Kayangan

"Dulu kita bangunkan tujuh unit MCK sebagai stimulan, dengan anggaran dari Dinas Kesehatan KLU. Nah, akhir-akhir ini, inovasi tersebut baru kami gencarkan lagi," tambahnya. 


Di tempat yang sama, Tim Teknis Pelaksana Program "Jamu Kuat" Haerul Sastrawan memaparkan, biaya untuk satu unit MCK pada program "Jamu Kuat" hanya sejumlah Rp 450 ribu. Dengan dana yang kurang dari setengah juta rupiah tersebut, masyarakat sudah bisa membangun satu unit MCK lengkap. 


"Total biaya untuk satu MCK hanya Rp 450 ribu. Jumlah tersebut bisa berkurang jika masyarakat memiliki sisa-sisa bahan dari pembangunan rumah atau RTG," terang Haerul. 


Menurut Haerul, pihak Puskesmas Kayangan berperan membangun tujuh unit MCK stimulan, sisanya warga dapat membangun sendiri MCK "Jamu Kuat" dengan pendampingan dari pihak Puskesmas Kayangan. Selain itu, Puskesmas Kayangan juga meminjamkan alat cetak jamban lengkap (kloset, septictank, dll) untuk digunakan warga yang ingin membangun MCK. 


"Kami melakukan pendampingan, sosialisasi, hingga meminjamkan alat cetak jamban, agar masyarakat lebih mudah. Tujuan kami agar kesadaran masyarakat terkait kebersihan sanitasi dapat meningkat," tutup Haerul. (tri/daily)

Terkini