Iklan

Redaksi Daily Lombok
, Oktober 27, 2026 WIB
Last Updated 2026-10-29T07:58:59Z
HukrimNasional

Bupati Najmul Buka Workshop Hari Migran Internasional 2026, Perkuat Perlindungan PMI KLU | Daily Lombok

 


Daily Lombok Utara- Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., secara resmi membuka Workshop Peringatan Hari Migran Internasional Tahun 2026 di Aula Kantor Bupati, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sistem perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya yang berasal dari Kabupaten Lombok Utara.

Mengusung tema “Bergerak Bersama untuk Perlindungan Pekerja Migran melalui Migrasi Aman dan Bermartabat Menuju Kesejahteraan yang Berkelanjutan,” workshop ini diikuti oleh 125 peserta.

 Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemda Lombok Utara, serta sejumlah undangan lainnya.

Ketua Perkumpulan Pancakarsa, Aprina Utariani, menyampaikan bahwa kegiatan workshop merupakan agenda rutin yang krusial dalam memperkuat ekosistem perlindungan pekerja migran, rangkaian acara juga diisi dengan senam sehat dan program penutupan (closing program).

Aprina mengungkapkan bahwa terdapat enam desa yang telah merasakan dampak positif dari program, lebih membanggakan lagi, lima desa di Lombok Utara telah resmi menjadi bagian dari program "Desa Migran Emas" dan masuk dalam daftar 20 Desa Migran Emas terbaik di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). 

"Kami mendorong agar desa-desa tersebut segera memiliki peraturan desa (perdes) khusus, membangun sinergi dalam penganggaran, serta memperkuat jejaring pemerhati PMI baik di tingkat desa maupun kabupaten,"katanua

Ketua Pancakarsa juga Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dapat terus melanjutkan dan mengembangkan program serupa agar upaya perlindungan berjalan secara berkelanjutan.

Dalam workshop ini, sejumlah narasumber dijadwalkan memberikan materi mendalam terkait perlindungan PMI, di antaranya Wakil Bupati Lombok Utara, Kepala Dinas PMPTSP Naker KLU Evi Winarni, SP., M.SI., Perwakilan Bappeda KLU Wayan Suartana, S.ST., PI., dan Anggota DPRD KLU Tusen La Shima, SH.

 "Kehadiran para narasumber ini diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai berbagai aspek perlindungan, mulai dari prosedur penempatan yang aman hingga pemenuhan hak-hak pekerja migran,"jelasnya.

Sementara itj Bupati Najmul Akhyar menegaskan bahwa peringatan Hari Migran Internasional adalah momentum penting untuk meningkatkan kepedulian dan memperkuat komitmen bersama.

Pekerja migran merupakan bagian penting dari pembangunan karena tidak hanya berjuang meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap perekonomian daerah dan nasional.

"Keberhasilan penempatan pekerja migran tidak cukup diukur dari jumlah warga yang berangkat ke luar negeri, tetapi juga dari terjaminnya keselamatan, terpenuhinya hak-hak pekerja, serta meningkatnya kesejahteraan mereka dan keluarganya," tegas Bupati.

Bupati Najmul juga mengingatkan bahwa bekerja ke luar negeri masih menjadi pilihan masyarakat untuk meningkatkan penghasilan, namun di balik peluang tersebut terdapat berbagai risiko yang harus diantisipasi. 

"Risiko tersebut meliputi penempatan secara nonprosedural, penipuan, ketidaksesuaian perjanjian kerja, hingga pelanggaran hak-hak pekerja di negara tujuan,"katanya.

 Bupati Najmul juga meminta agar sosialisasi mengenai prosedur penempatan pekerja migran yang benar terus diperkuat hingga ke tingkat kecamatan dan desa, Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang akurat mengenai lowongan kerja, perusahaan penempatan resmi, persyaratan dokumen, kondisi kerja, hak dan kewajiban, serta mekanisme pengaduan apabila menghadapi permasalahan.

Selain itu, peningkatan kualitas calon pekerja migran juga perlu dilakukan melalui pelatihan keterampilan, penguasaan bahasa, pemahaman budaya negara tujuan, serta pembekalan mengenai keselamatan kerja. 
"Dengan persiapan yang baik, pekerja migran diharapkan memiliki daya saing yang lebih kuat sekaligus mampu melindungi diri ketika menghadapi persoalan di tempat kerja,"tuturnya.

Bupati Najmul turut mengajak seluruh mitra pembangunan, organisasi masyarakat, lembaga pendamping, dan pemangku kepentingan untuk terus berkolaborasi dalam memperluas akses informasi, meningkatkan kapasitas calon pekerja migran, serta memberikan pendampingan bagi pekerja migran dan keluarganya.

"Workshop tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau sekadar ruang diskusi, tetapi mampu menghasilkan pemahaman bersama, rekomendasi konkret, serta langkah tindak lanjut yang dapat dilaksanakan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing,"harapnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berkomitmen agar sistem perlindungan pekerja migran dapat semakin diperkuat, mulai dari pencegahan risiko sebelum keberangkatan, pendampingan selama bekerja, hingga memastikan pekerja migran dapat kembali ke daerah asal dan menjalani kehidupan yang lebih sejahtera. 

"Upaya ini diharapkan dapat mewujudkan migrasi yang aman, bermartabat, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi pekerja migran terhadap pembangunan daerah,"tutupnya.(tri/daily)


Terkini