Daily Lombok Utara— Bupati Lombok Utara,Dr. H.
Najmul Akhyar,SH. MH secara resmi membuka kegiatan pelatihan "BISA
PandAI NUMERASI" yang diselenggarakan oleh Telkom Indonesia (Telkomsel)
dan Gasing Academy, bertempat di SMP Negeri 1 Tanjung, Kabupaten Lombok Utara,
Senin (5/10).Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 23 Oktober 2026
ini diikuti oleh para guru dan siswa dengan menghadirkan delegasi dari Gasing
Academy serta para mentor yang akan membimbing peserta dalam metode
pembelajaran matematika yang menyenangkan.
Pelatihan "Bisa Pandai Numerasi" ini merupakan bagian dari komitmen
bersama antara Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, PT Telkom Indonesia, dan
Gasing Academy untuk meningkatkan kualitas pendidikan numerasi bagi anak-anak
Indonesia, khususnya di Kabupaten Lombok Utara.
Kegiatan ini dihadiri juga oleh Pihak Perwakilan Telkomsel,Perwakilan Gasing
Academy, Kepala Dikbudpora KLU H.M.Najib M.Pd l, para Narasumber, serta
undangan lainya..
Dalam sambutannya, Bupati Najmul Akhyar menyampaikan apresiasi yang tinggi
kepada Telkomsel dan Gasing Academy atas kepedulian terhadap peningkatan
kualitas pendidikan numerasi di Kabupaten Lombok Utara.
"Alhamdulillah wa syukrulillah, pada pagi hari ini kita akan mengikuti
pelatihan yang sangat-sangat penting, yaitu bagaimana metode belajar matematika
yang menyenangkan,"ujar Bupati.
Bupati Najmul menekankan bahwa selama ini matematika sering kali dianggap
sebagai mata pelajaran yang menakutkan dan tidak menyenangkan oleh para siswa,
sehingga berdampak langsung terhadap capaian nilai mereka.
Kondisi rapor pendidikan Kabupaten Lombok Utara yang masih menunjukkan warna
merah pada aspek numerasi. Ia mengidentifikasi beberapa faktor penyebabnya,
antara lain dampak bencana gempa bumi dan pandemi COVID-19 yang mengakibatkan
anak-anak kehilangan waktu belajar dalam periode yang cukup lama.
"Apa yang menjadi kekurangan tentunya yang harus kita perbaiki, harus kita
lakukan dengan sungguh-sungguh, dengan fokus untuk memperbaiki," tegas
Bupati.
Ia menambahkan bahwa pemotongan anggaran dari pusat sebesar kurang lebih Rp260
miliar juga menjadi kendala bagi pemerintah daerah dalam melaksanakan berbagai
program pendidikan, sehingga kehadiran Telkomsel dan Gasing Academy dinilai
sebagai jawaban atas sebagian persoalan tersebut.
"Kehadiran Telkomsel pada saat ini dan Gasing Academy ini menjawab
sebagian dari persoalan kita, dimana masalah kita saat ini adalah terjadinya
pemotongan anggaran kita dari pusat. Jadi kita cukup besar dipotong, yaitu
sekitar 260 miliar," ungkapnya.
Bupati Najmul Akhyar berharap agar seluruh peserta pelatihan dapat mengikuti
kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan fokus, sehingga ilmu yang diperoleh
dapat ditularkan kepada siswa-siswi di masing-masing sekolah.
"Melaui pelatihan hari ini nanti bisa mengajarkan matematika dengan cara
yang menyenangkan kepada anak-anak kita," harapnya.
Ia juga berharap kegiatan ini bukan yang terakhir, melainkan akan diikuti oleh
program-program berikutnya, baik yang disponsori langsung oleh Telkomsel dan
Gasing Academy maupun melalui rekomendasi kepada organisasi NGO lainnya untuk
dilaksanakan di Lombok Utara.
Sementara itu Kepala Dikbudpora KLU M.Najib menyampaikan bahwa kondisi
rapor pendidikan daerah dari sisi numerasi masih berwarna merah, sehingga
pelatihan yang diselenggarakan bersama PT. Telkom dan Gasing Academy
sangat dibutuhkan untuk memperbaiki capaian tersebut.
Najib juga menjelaskan bahwa permasalahan numerasi tidak hanya dialami oleh
Kabupaten Lombok Utara, namun juga secara umum di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
"Sesungguhnya pelatihan ini memang sangat kita butuhkan mengingat rapor
pendidikan untuk Kabupaten Lombok Utara dari sisi numerasi kita masih berwarna
merah, karena secara umum juga di Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk numerasi
semuanya masih merah, jadi tidak sendiri kita berwarna merah untuk
numerasi," ujar Najib.
Ia menganalisis bahwa salah satu penyebab utama kondisi tersebut terkait dengan
dampak pandemi COVID-19, di mana pembelajaran dilakukan secara daring sehingga
transfer ilmu dari guru kepada siswa tidak berjalan secara maksimal.
Dinas Dikbudpora KLU telah secara aktif melakukan berbagai upaya pembenahan,
termasuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan tingkat nasional.
"Beberapa waktu yang lalu kita bekerja sama dengan Yayasan Binis Subiyanto
Jakarta memberikan pelatihan literasi-numerasi selama 3 hari di Sire, dan
alhamdulillah hasilnya sangat baik, pesertanya sangat antusias,"ungkapnya.
Antusiasme peserta yang tinggi dari pelatihan tersebut mendorong Yayasan Binis
Subiyanto merekomendasikan lembaga lain, yaitu Yayasan Teach First Indonesia,
untuk melaksanakan program serupa di Lombok Utara. Yayasan tersebut akan
menurunkan guru-guru yang digaji langsung untuk mengajar sebagai guru kelas di
beberapa sekolah selama 2 tahun.
M.Najib juga menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah diatasi melalui
kerja sama strategis dengan lembaga-lembaga yang memiliki kepedulian besar
terhadap pendidikan.
"Kekurangan anggaran kita dalam hal pelatihan dan sebagainya kita atasi
dengan bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang memiliki perhatian yang besar
terhadap pendidikan, dan alhamdulillah itu sudah kita laksanakan,"
jelasnya.
Ia menambahkan bahwa lembaga-lembaga mitra merasa bangga dengan sambutan baik
dari Kabupaten Lombok Utara, sehingga mereka merekomendasikan lembaga lain
untuk berkegiatan di daerah ini.
Najib menyampaikan harapan agar peserta pelatihan dapat melanjutkan tradisi
kesan baik tersebut kepada para trainer, sehingga dapat merekomendasikan
lembaga lain untuk berkegiatan di Lombok Utara di masa mendatang.
Pelatihan ini diikuti oleh 3 orang guru dari masing-masing 20 sekolah tingkat
Sekolah Dasar, serta menghadirkan 16 siswa yang akan langsung mendapatkan
pelatihan numerasi selama kegiatan berlangsung. Kuota peserta terpenuhi
sepenuhnya.
"Kegiatan ini akan terus dipantau, mendapatkan pembinaan selanjutnya
bagaimana perkembangan numerasi di Kabupaten Lombok Utara,"tutupnya. (tri/daily)



