Iklan

Redaksi Daily Lombok
, Oktober 05, 2026 WIB
Last Updated 2026-10-25T09:27:47Z
NasionalPendidikan

Bupati Lombok Utara Buka Pelatihan Numerasi Bersama Telkomsel dan Gasing Academy | Daily Lombok

 

Daily Lombok Utara— Bupati Lombok Utara,Dr. H. Najmul Akhyar,SH. MH  secara resmi membuka kegiatan pelatihan "BISA PandAI NUMERASI" yang diselenggarakan oleh Telkom Indonesia (Telkomsel) dan Gasing Academy, bertempat di SMP Negeri 1 Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Senin (5/10).Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 23 Oktober 2026 ini diikuti oleh para guru dan siswa dengan menghadirkan delegasi dari Gasing Academy serta para mentor yang akan membimbing peserta dalam metode pembelajaran matematika yang menyenangkan.


Pelatihan "Bisa Pandai Numerasi" ini merupakan bagian dari komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, PT Telkom Indonesia, dan Gasing Academy untuk meningkatkan kualitas pendidikan numerasi bagi anak-anak Indonesia, khususnya di Kabupaten Lombok Utara.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Pihak Perwakilan Telkomsel,Perwakilan Gasing Academy, Kepala Dikbudpora KLU H.M.Najib M.Pd l, para Narasumber, serta undangan lainya..

Dalam sambutannya, Bupati Najmul Akhyar menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Telkomsel dan Gasing Academy atas kepedulian terhadap peningkatan kualitas pendidikan numerasi di Kabupaten Lombok Utara.

"Alhamdulillah wa syukrulillah, pada pagi hari ini kita akan mengikuti pelatihan yang sangat-sangat penting, yaitu bagaimana metode belajar matematika yang menyenangkan,"ujar Bupati.

Bupati Najmul menekankan bahwa selama ini matematika sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan dan tidak menyenangkan oleh para siswa, sehingga berdampak langsung terhadap capaian nilai mereka.


Kondisi rapor pendidikan Kabupaten Lombok Utara yang masih menunjukkan warna merah pada aspek numerasi. Ia mengidentifikasi beberapa faktor penyebabnya, antara lain dampak bencana gempa bumi dan pandemi COVID-19 yang mengakibatkan anak-anak kehilangan waktu belajar dalam periode yang cukup lama.

"Apa yang menjadi kekurangan tentunya yang harus kita perbaiki, harus kita lakukan dengan sungguh-sungguh, dengan fokus untuk memperbaiki," tegas Bupati.

Ia menambahkan bahwa pemotongan anggaran dari pusat sebesar kurang lebih Rp260 miliar juga menjadi kendala bagi pemerintah daerah dalam melaksanakan berbagai program pendidikan, sehingga kehadiran Telkomsel dan Gasing Academy dinilai sebagai jawaban atas sebagian persoalan tersebut.

"Kehadiran Telkomsel pada saat ini dan Gasing Academy ini menjawab sebagian dari persoalan kita, dimana masalah kita saat ini adalah terjadinya pemotongan anggaran kita dari pusat. Jadi kita cukup besar dipotong, yaitu sekitar 260 miliar," ungkapnya.

Bupati Najmul Akhyar berharap agar seluruh peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan fokus, sehingga ilmu yang diperoleh dapat ditularkan kepada siswa-siswi di masing-masing sekolah.

"Melaui pelatihan hari ini nanti bisa mengajarkan matematika dengan cara yang menyenangkan kepada anak-anak kita," harapnya.

Ia juga berharap kegiatan ini bukan yang terakhir, melainkan akan diikuti oleh program-program berikutnya, baik yang disponsori langsung oleh Telkomsel dan Gasing Academy maupun melalui rekomendasi kepada organisasi NGO lainnya untuk dilaksanakan di Lombok Utara.

Sementara itu Kepala Dikbudpora KLU M.Najib  menyampaikan bahwa kondisi rapor pendidikan daerah dari sisi numerasi masih berwarna merah, sehingga pelatihan yang diselenggarakan bersama PT. Telkom dan Gasing Academy  sangat dibutuhkan untuk memperbaiki capaian tersebut.

Najib juga menjelaskan bahwa permasalahan numerasi tidak hanya dialami oleh Kabupaten Lombok Utara, namun juga secara umum di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

"Sesungguhnya pelatihan ini memang sangat kita butuhkan mengingat rapor pendidikan untuk Kabupaten Lombok Utara dari sisi numerasi kita masih berwarna merah, karena secara umum juga di Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk numerasi semuanya masih merah, jadi tidak sendiri kita berwarna merah untuk numerasi," ujar Najib.

Ia menganalisis bahwa salah satu penyebab utama kondisi tersebut terkait dengan dampak pandemi COVID-19, di mana pembelajaran dilakukan secara daring sehingga transfer ilmu dari guru kepada siswa tidak berjalan secara maksimal.

Dinas Dikbudpora KLU telah secara aktif melakukan berbagai upaya pembenahan, termasuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan tingkat nasional.

"Beberapa waktu yang lalu kita bekerja sama dengan Yayasan Binis Subiyanto Jakarta memberikan pelatihan literasi-numerasi selama 3 hari di Sire, dan alhamdulillah hasilnya sangat baik, pesertanya sangat antusias,"ungkapnya.

Antusiasme peserta yang tinggi dari pelatihan tersebut mendorong Yayasan Binis Subiyanto merekomendasikan lembaga lain, yaitu Yayasan Teach First Indonesia, untuk melaksanakan program serupa di Lombok Utara. Yayasan tersebut akan menurunkan guru-guru yang digaji langsung untuk mengajar sebagai guru kelas di beberapa sekolah selama 2 tahun.


M.Najib juga menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah diatasi melalui kerja sama strategis dengan lembaga-lembaga yang memiliki kepedulian besar terhadap pendidikan.

"Kekurangan anggaran kita dalam hal pelatihan dan sebagainya kita atasi dengan bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan, dan alhamdulillah itu sudah kita laksanakan," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa lembaga-lembaga mitra merasa bangga dengan sambutan baik dari Kabupaten Lombok Utara, sehingga mereka merekomendasikan lembaga lain untuk berkegiatan di daerah ini.

Najib menyampaikan harapan agar peserta pelatihan dapat melanjutkan tradisi kesan baik tersebut kepada para trainer, sehingga dapat merekomendasikan lembaga lain untuk berkegiatan di Lombok Utara di masa mendatang.

Pelatihan ini diikuti oleh 3 orang guru dari masing-masing 20 sekolah tingkat Sekolah Dasar, serta menghadirkan 16 siswa yang akan langsung mendapatkan pelatihan numerasi selama kegiatan berlangsung. Kuota peserta terpenuhi sepenuhnya.

"Kegiatan ini akan terus dipantau, mendapatkan pembinaan selanjutnya bagaimana perkembangan numerasi di Kabupaten Lombok Utara,"tutupnya. (tri/daily)


Terkini