![]() |
| Najmul Akhyar ketika membuka Bimtek Perangkat Kewilayahan Se-KLU |
Daily Lombok Utara - Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengajak semua perangkat kewilayahan (kadus) se-Lombok Utara untuk menyatukan pandangan dalam membangun daerah. Hal ini dinyatakannya saat Najmul membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perangkat Kewilayahan se-Kabupaten Lombok Utara, Jumat (30/10/2026) di Mataram.
Najmul memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua perangkat kewilayahan di daerahnya. Menurut Najmul, apresiasi tersebut patut diberikan lantaran perangkat kewilayahan merupakan ujung tombak stabilitas masyarakat di desa. Perangkat kewilayahan merupakan simpul komunikasi dan aspirasi antara masyarakat dengan pemerintah desa hingga daerah.
"Ada beberapa hal yang sangat vital dalam kepemimpinan termasuk kepemimpinan di wilayah dusun. Yang pertama keteladanan, dan yang ke-dua adalah penyatuan pandangan antara perangkat kewilayahan dengan pemerintah daerah. Kami harap semua perangkat kewilayahan satu pandangan dengan pemda," harap Najmul.
"Kami mengapresiasi peran dan fungsi perangkat kewilayahan yang merupakan ujung tombak kestabilan komunikasi antara pemda dengan masyarakat. Saya berharap bimtek ini dapat meningkatkan kompetensi dan kemapuan kawan-kawan sekalian," ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk melihat seluruh perangkat kewilayahan di KLU meningkatkan kapasitas akademiknya. Menurutnya, kemampuan akademik bagi perangkat kewilayahan juga mesti diperhatikan. Jika semua perangkat kewilayahan di KLU merupakan sarjana, menurut Najmul itu akan luar biasa.
![]() |
| Para perangkat wilayah yang menjadi peserta bimtek |
"Apa perangkat kewilayahan kita semua sarjana di sini?, jika belum, itu nanti mesti kita pikirkan bagaimana pemda memfasilitasi agar para kadus kita bisa meningkatkan kapasitas akademiknya," tambah doktor di bidang ilmu hukum ini.
Pada kegiatan bimtek yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah KLU (dalam hal ini Dinas P2KB-PMD) bekerja sama dengan Asosiasi Kepala Desa (AKAD) Lombok Utara dan Merenten Konsultan Hukum ini, Kepala Dinas P2KB-PMD Atmaja Gumbara mengatakan, peningkatan kapasitas SDM di pemerintah desa kerap dilaksanakan pihaknya. Namun, untuk bimtek perangkat kewilayahan ini baru yang pertama.
"Kita sudah beberapa kali menggelar bimtek, namun yang sasarannya perangkat kewilayahan ini adalah yang pertama," terang Atmaja.
Alumnus Magister Manajemen Universitas Mataram tersebut merincikan, ada sejumlah 477 perangkat kewilayahan se-KLU. Namun yang mengikuti kegiatan bimtek kali ini baru mencapai 128 orang perangkat kewilayahan dari 42 desa. Masing-masing desa mengirim beberapa perangkat kewilayahan untuk mengikuti bimtek ini.
"Untuk bimtek kali ini, Desa Gili Indah menjadi penyumbang peserta terbanyak, sejumlah lima orang perangkat kewilayahan. Nanti ini akan menggunakan sistem gelombang. Bagi perangkat kewilayahan yang belum mengikuti akan diakomodir pada tahap selanjutnya," papar Atmaja.
Di samping itu, Ketua AKAD Lombok Utara Budiawan menegaskan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan perangkat kewilayahan merupakan unsur pemerintahan desa yang bertugas membantu kepala desa. Oleh sebab itu pihaknya mengharapkan kesamaan visi dan keharmonisan antara perangkat kewilayahan dengan kepala desa tetap terjaga. Menurutnya, tidak elok ketika ada konflik antara kepala desa dengan perangkat kewilayahannya. Hal tersebut riskan terhadap stabilitas sosial di desa.
"Kami tegaskan, menurut perundang-undangan bahwa perangkat kewilayahan merupakan unsur yang berfungsi membantu kerja dan kinerja kepala desa. Oleh sebab itu mari kita bergerak bersama, satu visi satu tujuan demi stabilitas masyarakat," ujar Kepala Desa Tanjung itu.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Merenten Konsultan Hukum Asmayandi atau yang akrab disapa Andi Yamsa menjelaskan beberapa poin teknis pelaksanaan kegiatan bimtek perangkat kewilayahan tersebut. Sebagai penyelenggara, Andi membeberkan materi-materi yang akan diterima oleh perangkat kewilyahan pada bimtek ini, di antaranya penguatan pengetahuan dan pemahaman terkait tugas dan fungsi perangkat kewilayahan.
![]() |
| Direktur Merenten Konsultan Hukum Asmayandi saat menyampaikan laporan penyelenggara |
"Materi-materi yang akan didapatkan para peserta cujup banyak, mulai dari malam ini hingga tiga hari ke depan. Materi-materi itu terkait dengan tugas dan fungsi peranfkat kewilyahan, wewenang, dan sistematika kerja, membabgun relasi antar pihak dan beberapa materi lainnya," detil Andi.
Ia juga menjelaskan, skema dalam bimtek ini terbagi menjadi dua kelas dengan materi yang sama namun dengan sistem rolling sehingga semua perangkat kewilayahan mendapatkan materi yang sama meski berbeda kelompok belajar (kelas). Narasumber yang menyampaikan materi pun, disampaikan Andi, merupakan para ahli yang expert di bidangnya, mulai dari akademisi hingga praktisi.
"Nanti peserta akan dibagi menjadi dua kelompok dengan materi belajar yang sama, namun dengan sistem rolling," tutup Andi.
Pembukaan kegiatan bimtek tersebut berjalan dengan lancar. Selain Bupati Lombok Utara sebagai pembuka acara, hadir pula perwakilan Polres Lombok Utara, Kepala Dinas P2KB-PMD, Ketua AKAD Lombok Utara, dan beberapa kepala desa se-KLU.(tri/daily)





