Iklan

Redaksi Daily Lombok
, Oktober 18, 2026 WIB
Last Updated 2026-10-29T06:40:12Z
NasionalPendidikan

Artadi Soroti MPLS Sekolah Rakyat KLU, Minta Pemda Jelaskan Kendala | Daily Lombok

 

Daily Lombok Utara – Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU), Artadi, menyoroti belum terlaksananya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada program Sekolah Rakyat di Lombok Utara. Ia meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh serta menjelaskan kendala yang menyebabkan kegiatan tersebut belum berjalan sesuai rencana.

Artadi menilai, kesiapan sarana dan prasarana pendidikan semestinya menjadi perhatian sejak awal, terutama untuk memastikan kegiatan belajar dapat dimulai sesuai jadwal. Menurutnya, keterlambatan pelaksanaan MPLS harus ditelusuri agar persoalan yang terjadi dapat segera ditangani.

“Kalau jadwal MPLS sudah ditetapkan, seharusnya seluruh sarana dan prasarana sekolah dipersiapkan sejak awal. Ketidaksiapan ini apa faktor kendalanya, itu yang harus menjadi bahan evaluasi,” tegasnya, Senin (19/10/2026).

Ia meminta pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab belum terlaksananya MPLS. Sejumlah aspek yang perlu dipastikan meliputi penyelesaian pembangunan fisik gedung, ketersediaan fasilitas pendukung, kesiapan tenaga pendidik, hingga koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Menurut Artadi, kejelasan mengenai persoalan tersebut penting agar keterlambatan tidak terus berlarut-larut dan berdampak terhadap hak siswa untuk mendapatkan layanan pendidikan yang layak.

Di sisi lain, ia mengingatkan agar pelaksanaan MPLS tidak dipaksakan apabila kondisi lingkungan sekolah belum memenuhi persyaratan dasar. Keamanan, kebersihan, sanitasi, ketersediaan air bersih, serta kelayakan fasilitas harus dipastikan sebelum siswa mulai beraktivitas di lingkungan sekolah.

“Jangan sampai siswa dipaksakan mengikuti kegiatan MPLS di lingkungan yang belum memenuhi persyaratan dan standar keamanan, kebersihan, sanitasi, maupun ketersediaan air bersih. Ini harus betul-betul dipersiapkan,” ujarnya.

Selain meminta evaluasi, Artadi juga mendorong pemerintah menyampaikan langkah konkret untuk menyelesaikan berbagai kendala yang masih ada, termasuk target waktu penyelesaiannya. Apabila gedung sekolah belum dapat digunakan, pemerintah diminta menyiapkan lokasi alternatif yang layak agar kegiatan pendidikan tetap berlangsung tanpa mengabaikan kenyamanan dan keselamatan siswa.

Ia menegaskan, kepastian mengenai kelanjutan program Sekolah Rakyat sangat dibutuhkan, tidak hanya oleh siswa, tetapi juga oleh orang tua yang menunggu kejelasan pelaksanaan pendidikan anak-anak mereka.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, DPRD KLU berencana meminta laporan dari dinas terkait dan melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi fasilitas sekolah, kejelasan penggunaan anggaran, serta pertanggungjawaban pihak-pihak yang berwenang dalam mempersiapkan operasional Sekolah Rakyat.

“Kita harap persoalan ini segera mendapat penjelasan dan penanganan konkret dari pemerintah. Agar program Sekolah Rakyat di Lombok Utara ini dapat berjalan sesuai tujuan, untuk menyediakan akses pendidikan yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya. (tri/daily)


Terkini